21 March 2017

Ketika Presiden Jokowi dan Ibu Negara Harus Berpindah Mobil di Tengah Jalan

Presiden RI, Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan rombongan saat tiba di lokasi peresmian PLTG MPP Parit Baru 4X25 MW di desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Bara, Sabtu (18/3/2017) siang. Adapun area pasokan PLTG MPP Parit Baru ini meliputi kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak dan Kabupaten Kuburaya.


JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana mendadak harus pindah dari mobil Mercedes Benz S-600 ke mobil Alphard.

Penyebabnya, mobil yang membawa Presiden dan ibu negara tersebut mendadak mogok di tengah jalan saat menuju Kabupaten Kubu Raya untuk makan siang.

Presiden dan rombongan ketika itu usai meresmikan 8 Mobile Power Plant (MPP) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

"Iya, mogok di perjalanan setelah menempuh perjalanan lebih kurang 30 menit," kata Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang juga ikut dalam rombongan Jokowi.

Menurut Bey, mobil Mercedes Benz S-600 itu mogok karena bermasalah pada gasnya. Masalah tersebut membuat kendaraan tidak bisa berjalan dalam keadaan normal.

Sontak saat mobil kepresidenan tersebut mogok Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) langsung mendekat ke arah Mercedes Benz S-600.

Mereka langsung membentuk penjagaan ketat di sekitarnya agar Presiden Joko Widodo dan Iriana bisa berpindah kendaraan dengan leluasa.

Berselang 5 menit, Jokowi dan Iriana akhirnya dipindahkan ke mobil Alphard.

"Ajudan mengecek situasi lebih dulu, kemudian Ibu Negara naik ke Alphard, baru Bapak menyusul," ucap Bey.

Terlihat sejumlah warga di sekitar mobil dinas Jokowi mengabadikan gambar menggunakan smartphone mereka.

Sementara, iring-iringan yang sempat terhenti itu kembali berjalan menuju lokasi selanjutnya di Kubu Raya.

Terlihat mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi terbuka bagasi belakang yang penuh dengan baju berwarna hitam dan sejumlah Paspampres berjaga di lokasi mobil itu.

Kejadian mobil mogok tersebut bukan terjadi kali ini saja. Kejadian serupa sudah pernah terjadi.

Bey ingat saat itu peristiwa tersebut di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur September tahun 2016.

"Saat itu kejadiannya setelah Presiden melakukan kegiatan di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, menuju bandara. Tiba-tiba mobil Presiden mogok. Presiden kemudian diarahkan berpindah ke mobil cadangan," kata Bey.

Waktu itu Jokowi dan rombongan bertolak dari Jakarta menggunakan pesawat kepresidenan menuju Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur.

Setelah itu Jokowi menuju Ponorogo dengan menggunakan helikopter Super Puma.

Usai acara tersebut, Jokowi kemudian meninjau sekaligus melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke sejumlah kecamatan yang ada di kabupaten Ponorogo.

Acara yang digagas oleh Kementerian Kesehatan tersebut dilaksanakan di SDN 3 Karangpatihan, Desa Karangpatihan, 

Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan yang sama juga dilakukan di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Sore harinya, Jokowi langsung bertolak kembali ke Jakarta melalui Lanud Iswahyudi, Magetan.

Saat itulah mobil kepresidenan Jokowi mengalami masalah dan mogok.

Melalui foto-foto yang dikirimkan oleh Biro Pers Setpres, tampak Paspampres mengamankan mobil itu.

Danpaspampres saat itu Mayjen Bambang Suswantono terlihat berada di depan mobil, sementara anggota Paspampres lainnya mendorong mobil lewat pintu kanan depan.

Pelat RI 1 kemudian dilepas saat mobil tak sudah tak dinaiki Jokowi dan akan diperbaiki.

Setelah pindah ke mobil cadangan, Jokowi langsung menuju Lanud Iswahyudi untuk kembali ke Jakarta.

Pemilik Gerobak Kaget

Presiden Joko Widodo beserta rombongan menyempatkan mampir untuk makan malam di salah satu warung nasi di kawasan Pasar Hongkong, Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat malam.

Jokowi tiba di Singkawang pada Jumat sore, seusai meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas pada siang sebelumnya.

Setibanya di Pasar Hongkong, warga tampak antusias untuk melihat kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.

Pemilik warung makan nasi, Safri Rasul mengaku senang gerobak jualannya didatangi Presiden Jokowi.

Ia mengaku seperti mimpi Jokowi makan di tempatnya.

"Seperti sedang bermimpi, gerobak saya dikunjungi Jokowi, saya senang banget," ujar Safri.

Pasar Hongkong merupakan salah satu lokasi wisata kuliner yang menjadi ikon di Kota Singkawang.

Pasar tersebut buka menjelang malam hingga dinihari. Pedagang yang berjualan makanan dan minuman di sana menggunakan gerobak yang diletakkan di emperan pertokoan.

Seusai makan, Jokowi kemudian blusukan ke pasar tradisional yang berada bersebelahan dengan Pasar Hongkong.

Di sana presiden berdialog dengan pedagang pasar.

Turut mendampingi presiden di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Wali Kota Singkawang, dan sejumlah menteri kabinet.

Presiden Jokowi yang masih mengenakan kemeja putih polos lengan panjang malam itu tiba sekira pukul 20.30 WIB.

Warga yang sudah berkumpul langsung berusaha mendekat ke Presiden Jokowi untuk bersalaman. Mereka sangat antusias menyambut kepala negara.

Jokowi pun terus meladeni warga yang hendak menjabat tangannya. Saking antusiasnya, mereka berdesakan, bahkan beberapa warga ada yang jatuh karena didorong dari belakang.

Beberapa kejadian lainnya yakni ketika tangan Presiden Jokowi ditarik seorang warga.

Kejadian yang cepat itu langsung direspon oleh Pasukan Pengamanan Presiden, bahkan Menteri PU Pera Basuki Hadimuldjono pun ikut melerai tangan warga yang menarik tangan Presiden.

Kejadian lain, ketika ada warga yang berusaha mendekat, namun menyenggol gerobak pedagang yang ada di dekatnya, sehingga barang dagangannya tumpah di depan Jokowi.

"Apa itu yang tumpah?" kata Jokowi bertanya kepada Paspampres.

Rupanya rumpukan mentimun berserakan di jalan, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung kemudian mencoba memeriksa benda apa saja yang tumpah.

Setelah berkeliling, Jokowi berhenti di salah satu pedagang sayur dan berdialog dengan pedagang, sementara warga masih berusaha mendekat untuk mengambil foto dirinya.

Setelah berdialog kurang lebih 10 menit, Presiden Jokowi membeli mentimun, cabai dan sawi.

Blusukan Jokowi malam itu ditutup dengan makan malam di sudut pasar.

Presiden yang juga ditemani oleh Menko PMK Puan Maharani, Menkes Nila F Moeloek, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo disajikan menu makanan tempe goreng, tahu, martabak telur.


Blusukan ke Pasar Hongkong menjadi penutup kegiatan Presiden Jokowi pada hari Jumat kemarin, setelah pagi harinya meresmikan PLBN Indonesia-Malaysia di Aruk, Kabupaten Sambas dan membagikan KIP, KIS, PKH kepada warga. (nic/kps/wly)








Sumber | republished by Rajawali Book !
Terima Kasih sudah membaca : Ketika Presiden Jokowi dan Ibu Negara Harus Berpindah Mobil di Tengah Jalan | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)

Post a Comment

Rajawali Book

...
Kumpulan Berita Yang Menarik Di Dunia Dan Di Indonesia, Ayo Baca Di Rajawali Book.

Whatsapp Button works on Mobile Device only