07 May 2017

Cerita Tahanan Kabur Pekanbaru, Sempat Mandi dan Makan Malam Bersama Orangtua

Seorang tahanan dari Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru berinisial SHW diserahkan ke Polsek Perhentian Raja oleh keluarganya.
PEKANBARU - Seorang tahanan dari Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru berinisial SHW diserahkan ke Polsek Perhentian Raja, Kabupaten Kampar oleh anggota keluarganya.

"Tahanan tersebut diserahkan langsung oleh ayahnya ke kami tadi malam," kata Kepala Polres Kampar, AKBP Edy Sumardi di Pekanbaru, Sabtu (6/5/2017). SHW alias Hadi (22) merupakan satu dari lebih 200 tahanan Rutan Sialang Bungkuk yang melarikan diri pascabentrok dengan petugas Rutan, Jumat (5/5).

Edy menuturkan, pascakabur dari Rutan, Hadi yang merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemberatan selama tiga tahun itu berusaha kembali ke rumah orangtuanya di Kabupaten Kampar. Dia berjalan kaki belasan kilometer dan mencari beberapa kali tumpangan sebelum akhirnya tiba di rumah orangtuanya pada Jumat malam. "Dari pemeriksaan dia sempat mandi, terus salat dan makan malam di rumah orangtuanya.

Lalu orangtuanya membujuk agar dia mau dikembalikan lagi ke rutan melalui anggota polisi," urai Edy. Kepada petugas, Hadi mengakui hanya ikut-ikutan kabur setelah ratusan rekannya terlibat bentrok dengan petugas dan melarikan diri sebelum Salat Jumat.

Hadi tidak menjelaskan bagaimana bentrok tersebut bisa terjadi. Namun, informasi yang dirangkum dari kepolisian, bentrok dan kaburnya tahanan itu disebabkan kapasitas Rutan yang dipaksa diisi lebih 1.800 tahanan dari kapasitas awal hanya 561. Selain itu, masalah ketersediaan air, makanan, serta adanya pungutan liar dan petugas Rutan yang arogan menjadi pemicu kejadian tersebut.

"Tadi sudah negosiasi, katanya mereka diperlakukan tidak manusiawi. Harapan saya supaya diakomodasi tuntutan mereka yang masuk akal. (Kemudian) kalau pindah blok jangan ada kutipan (pungutan liar)," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain saat mengunjungi Rutan, Jumat malam.

Ia menegaskan, polisi siap membantu menyelesaikan permasalahan ini. Dia meminta keterbukaan informasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, yang hingga kini masih minim informasi ke awak media.

Hingga kini, informasi yang dirangkum sebanyak 195 tahanan telah berhasil ditangkap kembali. Mayoritas mereka ditangkap di Pekanbaru, namun beberapa di antaranya turut ditemukan di Pelalawan, Siak, Kampar hingga perbatasan Sumbar.




Post a Comment

Rajawali Book

...
Kumpulan Berita Yang Menarik Di Dunia Dan Di Indonesia, Ayo Baca Di Rajawali Book.

Whatsapp Button works on Mobile Device only