23 July 2019

Pramusim Manchester United, Tantangan Martial dan Prospek Lini Depan

Ekspresi Anthony Martial (kiri) dan pelatih Ole Gunnar Solskjaer usai laga Man United Vs Cardiff City, di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (12/5/2019).(AFP/OLI SCARFF)

Rajawali Book - Manchester United menjalani pramusim produktif sejauh ini. Lini depan berfungsi dengan baik, walau problem pada bursa transfer belum juga hilang.

Manchester United telah melakoni tiga pertandingan dalam seminggu terakhir.

Marcus Rashford cs menang 2-0 pada laga pertama, 4-0 kontra Leeds pada pertandingan kedua, dan terkini berjaya 1-0 kontra Inter Milan.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer belum sekali pun kebobolan.

Lima dari tujuh gol Manchester United sejauh ini dicetak oleh penyerang. Marcus Rashford dan Mason Greenwood menjadi pemain tersubur dengan mencetak dua gol sejauh ini.

Keduanya disusul oleh Anthony Martial, yang mencetak gol penalti kontra Leeds. Pemain non lini depan yang mencetak gol adalah James Garner (gelandang) dan Phil Jones (bek).

Paul Pogba, Aaron Wan-Bissaka, Scott McTominay, Andreas Pereira, Tahith Chong, dan Ashley Young masing-masing menyumbang satu assist.

Nama yang paling menyita perhatian jelas Mason Greenwood.

Greenwood menunjukkan niatnya untuk menjadi pemain tim utama musim depan dengan merumput memakai nomor 26, turun dari 54 musim lalu, pada musim panas ini.

Golnya kontra Inter Milan adalah salah satu yang terbaik bagi Man United pada pramusim.

Ketenangannya mengontrol bola, mengecoh lawan, dan melepas tembakan roket dengan kaki lemah membuat banyak pihak yakin bahwa Greenwood akan punya andil besar musim depan.

Namun, penyerang lain yang juga mulai meningkatkan permainan adalah Anthony Martial.

Pria yang baru menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun pada awal Januari 2019 ini terlibat dalam beberapa pergerakan bagus Man United saat menghadapi Inter Milan dan tampak lebih nyetel di lini depan.

"Anthony bisa menjadi penyerang kelas dunia," ujar Ole Gunnar Solskjaer, seperti dikutip dari Manchester Evening News.

"Saya pikir, jika Anda mengikuti beberapa tahun terakhir, cara ia kembali pada pramusim sekarang, perilakunya tepat, dan Anda bisa melihat dalam beberapa kesempatan cara ia bekerja bagi tim ini," tutur Solskjaer lagi.

Tak banyak di skuad Manchester United yang bisa membawa bola secara direct ke pertahanan lawan seperti Martial dan ini akan menjadi aset terbesar sang pemain musim depan.

Terlebih, Anthony Martial menunjukkan ketajamannya pada 2018-2019.

Musim lalu, sang pemain memang hanya mencetak 10 gol dari 27 pertandingan Liga Inggris.

Akan tetapi, menurut algoritma Opta, Martial mempunyai xG (peluang yang ia diharapkan mencetak gol) hanya 6,79 gol.

Dalam kata lain, musim lalu ia memiliki perbedaan xG berbanding jumlah gol sebesar +3,21 gol. Menurut algoritma Opta ini, Anthony Martial lebih tajam ketimbang seharusnya.

Potensi kepergian Romelu Lukaku bisa membuat Anthony Martial bermain sebagai "nomor 9" lagi, nomor punggung yang ia pakai ketika pertama tiba di Liga Inggris pada awal 2015-2016.

Ketika itu, Martial menghentak dengan torehan tiga gol dari dua laga awal. Ia mencatatkan gol debut kontra Liverpool.

Anthony Martial mencetak 11 gol di Liga Inggris pada musim debutnya.

Namun, ia kesulitan mengulang pencapaian tersebut. Martial hanya membukukan empat gol pada 2016-2017 dan 9 gol pada 2017-2018 sebelum mencatatkan 10 gol musim lalu.

Penyerang asal Perancis itu pun belum bisa menikmati pergantian pelatih dari Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solskjaer.

Martial baru mencetak tiga gol sejak Solskjaer datang, plus penalti kontra Leeds pada musim panas ini.

Tentu, sang pemain pun berharap bahwa musim depan akan menjadi awal baru baginya.




Sumber: bola.kompas.com

Post a Comment

Rajawali Book

...
Kumpulan Berita Yang Menarik Di Dunia Dan Di Indonesia, Ayo Baca Di Rajawali Book.

Whatsapp Button works on Mobile Device only