15 September 2019

Selama 2 Hari Ini, Panglima TNI Kerahkan Hercules Bermuatan Lima Ton Garam untuk Memodifikasi Cuaca di Riau

Panglima TNI memberikan pemaparan saat rapat kordinasi penanggulangan bencana Karhutla di gedung Pauh Janggi kediaman Gubernur Riau.
PEKANBARU - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, akan mengerahkan pesawat Hercules yang mampu menebar lima ton garam sekaligus dalam sekali penerbangan untuk melakukan modifikasi cuaca di langit Riau.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Marsekal Hadi Tjahjanto saat konferensi pers di Gedung Pauh Janggi, Kediaman Gubernur Riau, Sabtu (14/9/2019) petang.

Selain mengerahkan personel TNI ke lokasi kebakaran, Hadi menyampaikan pihaknya juga melakukan upaya dengan cara memodifikasi cuaca atau membuat hujan buatan dengan menebar garam di awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Beberapa waktu lalu jendral bintang empat itu telah mengerahkan pesawat kassa N 213 dengan muatan 800-1000 kilogram garam dalam sekali angkut. Kemudian pada hari Sabtu pagi kembali panglima mengerahkan pesawat N 295 yang sanggup memuat garam sebanyak 2500 - 3000 kilogram dalam sekali penerbangan.

Selanjutnya, Hadi berencana akan menambah kekuatan untuk membuat hujan buatan dengan menggunakan pesawat yang memiliki kapasitas lebih besar.

"Kita saksikan sudah mulai hujan namun masih hujan ringan. Untuk itu kita akan menambahkan kekuatan yang lebih besar, dua atau tiga hari kedapan saya akan kerahkan pesawat Hercules yang mambu membawa lima ton garam atau NACL dalam sekali penerbangan," terang Hadi kepada wartawan Sabtu petang.

Hadi berharap dengan penambahan pesawat tersebut dapat meningkatkan kinerja agar menghasilkan hujan buatan yang deras dengan menaburkan setidaknya 7000 kilogram garam di awan yang berpotensi untuk menghasilkan hujan.

"Dengan begitu kita bisa menyemai garam dalam sehari kurang lebih tujuh ton. Sehingga diharapkan dengan tujuh ton tersebut bisa menghasilkan paling tidak hujan sedang hingga hujan deras," tutur Hadi.

Selanjutnya, hal itu dilakukan bukan tanpa sebab, sepanjang perjalanan menuju kota Pekanbaru, Hadi mengatakan telah mengamati keadaan di atas udara bahwa ada awan-awan yang sangat berpotensi menghasilkan hujan di Riau.

"Karna sesuai dengan yang saya amati tadi di atas pada waktu dari Jakarta menuju Pekanbaru, saya melihat di atas Riau banyak terdapat awan-awan cumulus dan awan-awan itu memang bermuatan air," tutup Hadi.

Lebih lanjut Hadi membeberkan, sesuai dengan perkiraan dari BMKG musim hujan akan tiba pada bulan Oktober mendatang, Hadi kembali berharap permasalahan Karhutla dapat ditangani dalam waktu kurang dari satu bulan.




Sumber: goriau.com

Post a Comment

Rajawali Book

...
Kumpulan Berita Yang Menarik Di Dunia Dan Di Indonesia, Ayo Baca Di Rajawali Book.

Whatsapp Button works on Mobile Device only